Past, Present and Future
Philosophy No Comments »Makassar, 23 Nopember 2008, 09:40 (GMT+8)
Melihat kondisi ekonomi indonesia terakhir yang mendekati krisis saat ini, sungguh menarik. Beberapa mulai membandingkan kondisi tahun ini dengan kondisi tahun 1998. Banyak yang mulai melihat ke masa lalu dan berharap kondisinya saat ini bisa diprediksi. Namun pertanyaannya apakah masa lalu bisa dijadikan acuan untuk masa yang akan datang ?
Bila anda menanyakan hal ini maka akan muncul 2 kelompok yaitu ya dan tidak. Salah satu komentar dari kelompok “tidak ” yang menurut saya berkesan menjawab:
“Bila masa lalu bisa sama dijadikan acuan masa kini maka para pustakawan atau ahli sejarah lah yang akan menjadi orang kaya”
Sementara komentar dari kelompok “ya” mengatakan:
“Apa yang anda lakukan dimasa lalu, bukankah membentuk anda di saat ini”
Melihat dua argumentasi ini saya tersenyum, mereka berdua sama benarnya kan? Kelihatannya sih bertentangan namun sesungguhnya anda akan melihat jawabannya saat saya memberikan rumusnya. Rumus untuk memprediksi masa depan :
Masa depan = Akibat Tindakan Masa lalu + Akibat Tindakan Masa kini
Coba bandingkan rumus ini dengan kedua pernyataan yang bertentangan tersebut. Apakah anda melihat sesuatu? Bila belum jelas coba simak kisah berikut:
Si A selama 10 tahun hidupnya adalah preman pasar bertato yang suka memeras orang di sekitar lingkungannya, semua orang membencinya. Suatu hari dalam sebuah operasi kepolisian dia tertangkap dan dipenjara selama 1 tahun. Setelah keluar dia ingin bertobat berusaha untuk berubah.
Hambatan pertama muncul dari :
1. Rekan Preman profesional bertato lainnya yang mendorongnya agar kembali bersama mereka
2. Warga yang masih membencinya
3. Kurangnya pengalaman dan keterampilan untuk memulai usaha
4. Rusaknya reputasi dia karena pernah dipenjara, sehingga sulit di terima sebagai karyawan di perusahaan besar
5. Bahkan Tato yang yang tertinggal di lengannya pun bisa menjadi masalah saat orang lain melihatnya dengan ketakutan atau mencibir.
Bisa lihat akibat dari masa lalunya ? Lalu sekarang apa yang yang harus dia lakukan ? Tindakan apa yang harus diambil?
Bila dia memutuskan kembali ke nostalgia lama jadi Preman pasar dan bergabung dengan dunia hitam lagi, maka dengan mudah diprediksi bahwa suatu hari di masa depan, dia akan ada di penjara lagi lebih lama. Maka saat itu orang menyebut kalo dia ditakdirkan jadi preman hehe…
Namun bila dia berusaha untuk mencari penghidupan tanpa melanggar hukum apa yang terjadi? awalnya semua akibat dari masa lalu akan mulai menghambat dia, akan berusaha seolah mengejar untuk menarik dia kembali seperti ada “Takdir” yang menghalangi dia berubah.”Takdir” itulah akibat masa lalu yang tidak mungkin dia hindari
Namun saat Si A bertahan dan teguh, berusaha untuk beberapa waktu disertai perubahan sikap dan perilaku misalnya Si A jadi ramah dan suka menolong. Maka keajaiban akan terjadi, akibat masa lalu akan mulai dinetralisir, orang awalnya benci perlahan jadi netral dan akhirnya mulai menyukainya dan seiring waktu, siapa yang tahu bila dia bisa menjadi orang yang dihormati dan dihargai bahkan jadi anggota DPR (walau pamor anggota DPR sedang rusak saat ini) ?
Bisa melihat akibat tindakan masa kini terhadap masa akan datang ? Masa lalu sudah berlalu dan tidak mungkin dirubah, akibatnya sulit dihindari namun dengan perubahan di masa kini masa depan pasti bisa dirubah.
Kembali ke kondisi ekonomi indonesia, apakah masa lalu bisa dijadikan acuan? tentu bisa namun tidak 100% . Karena tindakan saat ini lah yang berperan penting untuk menghadapinya. Hingga saat saya mengetik Blog ini, beberapa pihak yang pesimis mengatakan bahwa “badai”nya tidak lama lagi datang. Akibat2 dari keserakahan manusia selama 10 tahun terakhir yang mengarah ke krisis dunia, saat ini segera harus ditanggung.
Bahkan seorang menteri ekonomi sudah mengeluh bahwa Indonesia sudah jadi korban tidak bersalah. Namun saya tidak setuju karena kondisi sebagai “tidak bersalah” sebab semuai ini tidak lain dari akibat tindakan di masa lalu negara ini sendiri yang membuat dasar ekonominya tergantung pada negara besar. Dimana saat negara besar mulai ambruk maka jadi korban itu pasti resiko negara ini sendiri. Hanya tindakan yang cerdas, cepat dan cermat di saat ini yang akan merubah semua di masa akan datang.
Dan apapun yang terjadike depan krisis ataupun perbaikan : Pergunakanlah masa kini sebaik mungkin dan tegarlah mengadapi akibat tindakan sendiri di masa lalu